Beranda DAERAH Fasilitas Atlet Disabilitas Pascabanjir Jadi Sorotan, Ketua NPCI Aceh Tamiang Audiensi dengan...

Fasilitas Atlet Disabilitas Pascabanjir Jadi Sorotan, Ketua NPCI Aceh Tamiang Audiensi dengan Kapolres Menuju Ajang Nasional

59
0

Aceh Tamiang
BrantasKasus.Com
Di tengah upaya pemulihan pascabencana banjir bandang dan hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang, persoalan fasilitas olahraga bagi atlet disabilitas kembali menjadi perhatian serius. Kondisi tersebut mendorong Ketua National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Aceh Tamiang, Ir. Tahar Bin Yusuf, bersama jajaran pengurus, melakukan audiensi resmi dengan Kapolres Aceh Tamiang AKBP Robby Ansyari, S.I.K., M.H., di ruang kerja Kapolres, Kamis,(06/08/2026).

Audiensi tersebut bukan sekadar agenda kelembagaan, melainkan menjadi ruang untuk menyampaikan secara langsung kondisi dan kebutuhan para atlet disabilitas yang tengah berjuang memulihkan kembali program latihan setelah diterpa bencana.

Dalam pertemuan itu, Ir. Tahar Bin Yusuf memaparkan bahwa dampak banjir telah menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas yang menjadi penunjang aktivitas atlet, mulai dari tempat latihan, peralatan olahraga, hingga tempat tinggal atlet. Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan serius mengingat para atlet Aceh Tamiang tetap dituntut melakukan persiapan menghadapi agenda kejuaraan olahraga tingkat nasional.

Menurutnya, persoalan yang dihadapi para atlet bukan terletak pada semangat maupun kemampuan untuk berprestasi, melainkan pada keterbatasan sarana dan prasarana yang belum sepenuhnya pulih akibat bencana.

«“Kami datang ke sini untuk menyampaikan apa yang benar-benar dirasakan oleh para atlet disabilitas kami. Harapan mereka untuk membawa nama baik daerah di kancah nasional kini terancam bukan karena kurangnya kemampuan, melainkan karena tidak adanya sarana yang layak untuk berlatih kembali,” ungkap Tahar.»

Ia menegaskan, pemulihan fasilitas olahraga bagi atlet disabilitas perlu mendapatkan perhatian bersama. Menurutnya, keberadaan fasilitas yang layak bukan sekadar persoalan infrastruktur, tetapi merupakan bagian penting dari ekosistem pembinaan prestasi olahraga serta bentuk nyata pemenuhan kesempatan yang setara bagi atlet penyandang disabilitas.

“Semua fasilitas yang kami miliki terdampak banjir dan belum pulih sepenuhnya. Kondisi ini sangat meresahkan kami, terlebih para atlet memiliki target untuk kembali mengukir prestasi dan mengharumkan nama Aceh Tamiang,” lanjutnya.

Mendengar pemaparan tersebut, Kapolres Aceh Tamiang AKBP Robby Ansyari memberikan respons positif. Ia mengapresiasi langkah NPCI Aceh Tamiang yang tetap mempertahankan semangat pembinaan atlet meskipun menghadapi berbagai keterbatasan pascabencana.

Kapolres menyatakan bahwa aspirasi yang disampaikan NPCI akan menjadi perhatian dan akan dipelajari secara menyeluruh guna mencari langkah serta solusi yang dapat mendukung keberlangsungan pembinaan atlet disabilitas.

«“Kami sangat menghargai perjuangan rekan-rekan pengurus dan semangat para atlet disabilitas Aceh Tamiang. Hal ini menjadi perhatian serius bagi kami. Segala hal yang disampaikan akan kami kaji secara menyeluruh dan kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memberikan dukungan sebaik mungkin demi keberlangsungan persiapan mereka,” ujar AKBP Robby Ansyari.»

Pertemuan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut pembangunan fisik, tetapi juga menyentuh keberlanjutan aktivitas masyarakat di berbagai sektor, termasuk olahraga prestasi dan olahraga disabilitas.

Bagi NPCI Aceh Tamiang, pemulihan fasilitas menjadi kebutuhan mendesak agar para atlet dapat kembali berlatih secara optimal. Sebab, prestasi di tingkat nasional tidak lahir hanya dari talenta dan semangat, tetapi juga membutuhkan pembinaan berkelanjutan, fasilitas memadai, dukungan kelembagaan, serta perhatian konkret dari berbagai pemangku kepentingan.

Audiensi tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi terbangunnya sinergi yang lebih luas antara NPCI, kepolisian, pemerintah daerah, dunia usaha, serta elemen masyarakat dalam membantu pemulihan fasilitas olahraga para atlet disabilitas.

Semangat yang dibawa NPCI Aceh Tamiang sederhana namun memiliki makna besar: bencana boleh merusak fasilitas, tetapi tidak boleh mematahkan cita-cita para atlet untuk berprestasi.

Dengan dukungan lintas sektor dan perhatian yang berkelanjutan, para atlet disabilitas Aceh Tamiang diharapkan dapat kembali bangkit, menjalani program latihan secara optimal, dan mempersiapkan diri untuk membawa nama daerah ke panggung olahraga nasional.

Red.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini